Cinta dan Keperawanan – Konsultasi Sexologi dr.Boyke

Konsultasi Dokter: Cinta dan Keperawanan

Saya laki-laki berusia 29 tahun. Dalam waktu 6 bulan lagi saya akan menikah. Calon istri saya berniat melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan organ reproduksi. Apakah saya juga perlu melakukan hal yang sama? Kalau ya, pemeriksaan apa saja yang sebaiknya saya jalani?

Dokter, boleh tanya yang agak “aneh” kan? Apakah keperawanan itu hanya bisa dibuktikan lewat darah yang keluar saat pertama kali berhubungan badan? Bila tidak ada darah, apakah ada ciri lain yang menandakan pasangan hidup saya itu masih perawan?

Kata sejumlah kawan, vagina yang masih seret itu menandakan perempuan bersangkutan masih perawan, benarkah? Tanpa bermaksud tak percaya dengan istri, saya hanya ingin tahu saja akan hal-hal yang akan saya hadapi tak lama lagi.

Terima kasih banyak, dokter…

RD by Email

Jawaban Dokter Boyke:

dokter boyke keperawanan

dr.Boyke Dian Nugraha, SpOg

Merupakan hal yang positif bagi Anda dan calon istri untuk melakukan pre-marital check up. Pemeriksaan ini dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada anak yang dilahirkan kelak ataupun pada kesehatan pasangan.

Seorang calon suami yang menderita sifilis, selain menularkan penyakit tersebut pada pasangan juga dapat menggangu janin di dalam kandungan pasangan. Janin yang dikandungnya kelak akan mengalami kecacatan atau keguguran. Biasanya check up meliputi pemeriksaan organ reproduksi dan laboratorium darah.

Hanya 65% perempuan mengalami pendarahan vagina pada senggama pertama, sedangkan 35%-nya tidak berdarah karena mungkin robeknya selaput dara pada tempat yang tidak ada pembuluh darahnya, atau karena memiliki selaput dara yang elastis. Ciri-ciri seseorang masih perawan hanya bisa dilihat dari selaput daranya oleh dokter.

Sebenarnya makna suatu perkawinan tak tergantung pada selaput dara, tetapi pada cinta Anda kepada pasangan calon istri atau sebaliknya. Kalau Anda memang cinta pada calon istri, Anda harus mau menerima pasangan Anda itu seperti apa adanya.

Seret tidaknya vagina tidak menentukan seorang perempuan masih perawan atau tidak. Ok, selamat melangsungkan perkawinan.

Sumber : Suara Karya – Kumpulan Konsultasi SEKS Dengan Dokter Boyke

This entry was posted in Konsultasi Dokter Boyke and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Cinta dan Keperawanan – Konsultasi Sexologi dr.Boyke

  1. lina says:

    selamat sore dokter
    dokter saya seorang gadis umur 29 tahun, saya tinggal d kota bengkulu<
    dokter saya ada permasalahan yg berkaitan dengan sex< begini dok saya mau tanya apabila pernah melakukan hubungan sex melalui anus tidak melalui vagina, apakah saya masih perawan apa tidak dokter, tolong jawab ya dokter, masalah nya pasangan saya ini tidak mau bertanggung jawab untuk menikahi saya karna dia selalu berdalih saya masih perawan jadi dia tidak mau menikahi saya. yg lebih buat saya sedih lagi dia mau menikah dengan orang lain. jadi mohon penjelasan dokter agar saya dapat menunjukannya kepada pasangan saya ini. jujur dok sampai saat ini pun kami masih melakukan hubungan sex ini, karna saya juga sudah tidak bisa sama orang lain lagi dokter. mohon bantu saya dokter. setidaknya bisa membukakan hati ny, terima kasih sebelum nya dokter

  2. rusak says:

    bejat anak jaman sekarang

  3. yusuf says:

    sore dok.
    mau tanya, saya laki2 berumur 30 th. pada saat berhubungan istri kok merasa sakit pada vaginanya disebabkan karena apa ya dok, padahal saya sudah merangsangnya terlebih dahulu, makasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan