Konsultasi Sexologi dr.Boyke – Berhubungan Seks di Bulan Puasa

Konsultasi Dokter: Berhubungan Seks di Bulan Puasa

Dokter, saya perempuan berusia 34 tahun dengan 1 anak berusia 2 tahun. Masa perkawinan saya saat ini sedang asyik-asyikya, karena kami masing-masing sudah tahu apa yang diinginkan dalam berhubungan seks. Artinya, tidak ada egoisme perorangan dalam hubungan suami-istri ini.

Karena itu, saat memasuki bulan puasa ini, beberapa pekan terakhir ini kami dilanda kegelisahan yang luar biasa. Maklun, masa “bulan madu” yang tercipta dalam 6 bulan terakhir ini sempat menimbulkan keraguan. Karena biasanya kami berhubungan badan 3 kali seminggu, tetapi dua pekan terakhir ini nyaris baru dua kali.

Sebenarnya aturan main dalam berhubungan seks di bulan puasa ini seperti apa? Apakah sebaiknya kegiatan seks dalam keluarga dihentikan atau dihindari? Atau, apakah hubungan seks masih bisa dilakukan? Bagaimana hubungan seks yang baik di bulan puasa? Apakah ada pembatasan-pembatasan tertentu—untuk tidak melanggar norma—dalam melakukan hubungan seks di bulan puasa?

Sebagai penganut Muslim, kami sekeluarga biasa melakukan kegiatan berpuasa bersama dengan sebaik-baiknya. Tentu ada irama perubahan dalam kehidupan keseharian kita. Selain anggota keluarga wajib melakukan kegiatan shalat lima waktu, juga ada saat manakala kita semua harus berbuka puasa pada saat magrib dan ada kegiatan sahur pada dinihari.

Pertanyannya, kapan saat yang paling tepat untuk melakukan hubungan seks di bulan puasa?

Ibu SA – Mampang, Jakarta Selatan

Jawaban Dokter Boyke:

dokter boyke berhubungan seks di bulan puasa

dr.Boyke Dian Nugraha, SpOg

Penelitian di Klinik Pasutri, aktivitas seks di bulan puasa menurun sampai 50 persen. Itu wajar saja karena memang pasutri (pasangan suami istri) di bulan Ramadan lebih mengutamakan memperbanyak ibadah pada Yang Maha Kuasa.

Walaupun demikian, kegiatan seks jangan dihentikan karena seks merupakan ekspresi cinta antara suami istri. Lakukanlah seks setelah kegiatan ritual agama selesai (misal setelah sholat tarawih, atau selesai tadarus).

Melakukan hubungan seks menjelang sahur pun merupakan pengalaman menyenangkan, karena setelah itu, suami dan istri dapat melakukan mandi junub bersama-sama dengan air hangat dan mempersiapkan hidangan sahur.

Romantis bukan? Pembatasan seks di bulan puasa hanyalah pada siang hari. Setelah kita berbuka, seks boleh dilakukan, hanya saja jangan dalam keadaan makanan masih penuh dalam lambung. Tunggu 1-2 jam sehabis makan, agar seks yang dilakukan lebih nyaman.

Sumber : Suara Karya – Kumpulan Konsultasi SEKS dr Boyke

Produk-2 rekomendasi RESMI dan LEGAL dari BOYKE DIAN NUGRAHA

Klik salah satu produk yang Anda butuhkan di bawah ini :

FOREDI untuk mengatasi ejakulasi dini

TISU DOUBLE MAJAKANI untuk mengatasi keputihan, bau tak sedap, jamur, dsb.

LADYFEM untuk mengatasi nyeri haid, menormalkan siklus haid, dsb.

ORIS BREAST CREAM yaitu krim untuk mengencangkan payudara

FIFORLIF untuk membuang lemak, membersihkan usus dan menurunkan berat badan

Video pernyataan langsung BOYKE (Pakar Kesehatan Reproduksi)

Tulisan ini dipublikasikan di Konsultasi Dokter Boyke dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Respon untuk Konsultasi Sexologi dr.Boyke – Berhubungan Seks di Bulan Puasa

  1. Fafah berkata:

    Salam knal dokter…saya ingin bertanya apakah dmpak trbsar jika mlakukan masturbasi??
    Apakah ada kegangguan pada rahim?atau sebagainya sel telur nya naanty?
    Atau sbagainya jika sebelum menikah?
    Bisa kah hamil?

Tinggalkan Balasan